Laporan Praktikum Microteching

 

LAPORAN PRAKTIKUM MICROTEACHING

 


 

DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH:

JULIANA RAHMAN, S.Pd., M.Pd.

 

OLEH:

1.      RISKA AGUSTINA                         2019310211

2.      IRAWATI                                         2019310212

3.      NUR MUHRIANTI HAMRIH       2019310215

4.      ALDI ALFIANSYAH PUTRA       2019310217

5.      DINI INAYAH ZANDRA               2019310219

6.      ANDI INDHA NUR REZKY          2019310221

7.      NURUL UTAMI RESKI                 2019310222

8.      ANDI IZZATUL QADRIFAH        2019310226

9.      SERLY SARJU                                2019310235

10.  AHMAD FIRDAUS                         2019310236

 

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BULUKUMBA

2022


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Riska Agustina

Nim                 : 2019310211

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Irawati

Nim                 : 2019310212

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Nur Muhrianti Hamrih

Nim                 : 2019310215

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Aldi Alfiansyah Putra

Nim                 : 2019310217

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Dini Inayah Zandra

Nim                 : 2019310219

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Andi Indha Nur Rezky

Nim                 : 2019310221

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Nurul Utami Reski

Nim                 : 2019310222

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Andi Izzatul Qadrifah

Nim                 : 2019310226

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Serly Sarju

Nim                 : 2019310235

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 


 

LEMBARAN PENGESAHAN

Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2 Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.

Yang melaksanakan kegiatan ini:

Nama               : Ahmad Firdaus

Nim                 : 2019310236

Program Studi : Pendidikan Bahasa Indonesia

 

Text Box: Kepala Madrasah 


Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I.     NIP: 197510012005011007
Text Box: Guru Pamong


Suhaedi, S.Pd
NIP: 198610192019031002

 Bulukumba, 9 Maret 2022

 

 

 

 

 

 

 

 


 

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “Laporan Praktikum Microteaching” ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan dari laporan ini adalah untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Microteaching. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara mengajar di kelas.

Penulis menyadari bahwa apa yang telah penulis peroleh tidak semata-mata hasil jerih payah sendiri, tetapi keterlibatan semua pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.      Ayah dan Ibunda tercinta dengan sabar telah mendidik dan membiayai penulis sejak kecil sampai sekarang.

2.      Muhammad Anas, S.Ag., M.S.I. sebagai kepala UPT MAN 2 Bulukumba yang telah memberikan kesempatan kepada penulis selama melakukan kegiatan Praktikum Microteaching.

3.      Juliana Rahman, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Microteaching yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang penulis tekuni ini.

4.      Suhaedi, S.Pd. sebagai Guru Pamong yang telah membimbing dan membantu penulis selama melakukan kegiatan Praktikum Microteaching.

5.      Rekan – rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan, arahan dan motivasi kepada penulis

6.      Adik – adik siswa(i) UPT MAN 2 Bulukumba yang antusias selama proses kegiatan belajar mengajar dalam kegiatan Praktikum Microteaching, semoga kelak menjadi generasi yang membanggakan.

7.      Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya atas bantuan dan dukungan yang diberikan semoga mendapat pahala dari Allah SWT.


 

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan laporan ini masih banyak kekurangan, olehnya itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca sangat diharapkan.

 

Bulukumba, 9 Maret 2022

 

Penulis­

DAFTAR ISI


 

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Pembelajaran merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi poses belajar dalam diri peserta didik (Sadiman dkk, 1986:7). Pembelajaran yang baik akan tercapai apabila disertai dengan perencanaan pembelajaran yang baik sebagai acuan dalam mengajar. Perencanaan pembelajaran memiliki peranan penting dalam menuntun guru dalam melaksanakan tugasnya sebgai pendidik.

   Seorang guru dituntut untuk mengetahui, memahami, dan memiliki pengetahuan, sikap dan profesional dalam membelajarkan siswa. Oleh karena itu, membuat rencana pembelajaran merupakan hal yang harus dipersiapkan oleh seorang guru, dimana guru harus mampu menilai karakter dan kebutuhan siswa sebagai objek belajar, merumuskan tujuan pembelajaran dan memilih metode serta strategi belajar yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

   Hal ini berhubungan dengan konsep Microteaching, dimana Micro yang berarti kecil, terbatas, dan sempit. Teaching berartu mendidik atau mengajar. Jadi, Micro Teaching adalah suatu kegiatan mengajar yang segala aspek di dalamnya kemudian diperkecil atau disederhakan. Adanya Microteaching memberikan kesempatan bagi pengajar untuk melatih kemampuan interaksinya dengan peserta didik dan juga sarana  untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pengajaran yang kompleks yaitu kelas yang sebenarnya. Disinilah kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu menjadi seni mengajar dan mempraktikkan teori yang telah dipelajari. Mata pelajaran yang akan diajarkan dalam kegiatan Microteaching ini  adalah Bahasa Indonesia dalam Bab Debat.

B.     RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, yang menjadi rumusan masalah makalah ini adalah

1.      Bagaimana mahasiswa mampu memahami konsep dasar mengajar dan menyusun perencanaan pembelajaran micro.

2.      Bagaimana mahasiswa mampu menerapkan teori pembelajaran dalam skala kecil sebagai stimulus proses pembelajaran kepada real teaching.

3.      Apa yang harus dipersiapkan mahasiswa calon pendidik untuk menghadapi pembelajaran dengan memiliki pengetahuan, keterampilan, kecakapan, dan sikap profesional.

4.      Bagaimana menganalisa tingkah laku mengajar sesama mahasiswa calon pendidik dan dirinya sendiri.

5.      Bagaimana mempraktikkan berbagai teknik mengar dengan benar dan tepat serta mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif dan efesien.

C.    TUJUAN

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

1.      Memberikan bekal kepada mahasiswa untuk mampu memahami konsep dasar mengajar dan menyusun perencanaan pembelajaran micro.

2.      Melatih mahasiswa untuk menerapkan teori pembelajaran dalam skala kecil sebagai stimulus proses pembelajaran kepada real teaching

3.      Mempersiapkan mahasiswa calon pendidik untuk menghadapi pembelajaran dengan memiliki pengetahuan, keterampila, kecakapan, dan sikap profesional.

4.      Menganalisa tingkah laku mengajar sesama mahasiswaa calon pendidik dan dirinya sendiri.

5.      Mempraktikkan berbagai teknik mengar dengan benar dan tepat serta mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif dan efesien.


 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

A.    TINJAUAN PUSTAKA

1.         Microteaching

a.       Definisi Microteaching

Menurut Roestiyah (2011:25) mendefinisikan microteaching sebagai berikut: “Microteaching adalah suatu kegiatan mengajar dimana semua yang dikecilkan adalah jumlah murid antara 5-10 orang, waktu antara 5-10 menit bahkan pelajaran hanya mencakup satu atau dua unit yang sederhana.”

Lakshmi dalam Barnawi dan M. Arifin (2016, hlm. 15) menjelaskan: Bahwa   pada   1963,   Stanford   University   memperkenalkan   sebagai program  pendidikan  eksperimental  yang  didukung  Ford  Foundation Program,   pendidikan   ini   menyiratkan   elemen   mikro   yang   secara sistematis berusaha menyederhanakan kompleksitas proses pengajaran. Model  pengajaran  ini  kemudian  menyebar  ke  sejumlah  perguruan tinggi   di   Amerika   dan   Eropa   dalam   program   pendidikan   guru. Selanjutnya  pada  1971, microteaching mulai  berkembang  di  kawasan Asia, terutama Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Sementara menurut Hasibuan, Ibrahim dan Toeminal (2014:5) menyatakan bahwa pengajaran micro adalah metode latihan penampilan dasar mengajar yang dirancang secara jelas mengisolasi bagian-bagian komponen dan proses mengajar sehingga guru atau calon guru dapat menguasai satu persatu keterampilan dalam situasi yang disederhanakan.

Penggunaan microteaching dalam  program  pelatihan  guru  karena ada  sejumlah  pertimbangan-pertimbangan  yang  mendasarinya.  Menurut Setyawan  dalam  Barnawi  dan  M.  Arifin  (2016,  hlm.  20)  mengatakan bahwa pertimbangan  yang mendasari penggunaan program microteaching ialah sebagai berikut:

1)      Untuk  mengatasi  kekurangan  waktu  yang  diperlukan  dalam  latihan mengajar secara tradisional.

2)      Keterampilan   mengajar   yang   kompleks   dapat   diperinci   menjadi keterampilan-keterampilan  mengajar  yang  khusus  dan  dapat  dilatih secara berurutan.

3)      Microteaching dimaksudkan  untuk  memperluas  kesempatan  latihan mengajar.

Dapat disimpulkan, dari beberapa pernyataan di atas bahwa microteaching merupakan salah satu metode praktik mengajar pada ruang lingkup yang sederhana dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan dasar mengajaar bagi calon guru (pendidik).

b.      Fungsi Microteaching

Suwarna dalam  Barnawi dan M. Arifin  (2016, hlm. 25) mengatakan bahwa: microteaching berfungsi  sebagai  sarana  untuk  memperoleh umpan balik  atas  kinerja  mengajar  seseorang.  Melalui microteaching, baik calon   guru   maupun   guru   dapat   memperoleh   informasi   tentang kekurangan  dan  kelebihannya  dalam  mengajar.  Apa saja  kelebihan yang   perlu   dipertahankan   dan   apa   saja   kekurangan   yang   dapat diperbaiki.  Selain  itu,  melalui microteaching guru  dapat  mencoba metode  atau  model  pembelajaran  baru  sebelum  digunakan  pada  kelas yang sebenarnya. Menurut Barnawi dan M. Arifin (2016, hlm. 24) Microteaching bagi calon   guru   berfungsi   memberikan   pengalaman   baru   dalam   belajar mengajar,   sedangkan   bagi   guru, microteaching berfungsi memberi penyegaran  keterampilan  dan  sebagai  sarana  umpan  balik  atas  kinerja mengajarnya

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi microteaching adalah mendorong dan memberikan gambaran bagi calon guru untuk bertindak seperti guru, karena dengan  praktik microteaching, calon guru siswa dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam mengajar, kelemahan dapat diperbaiki, kelebihan dapat ditingkatkan, dipertahankan atau ditingkatkan, sehingga  calon guru  siap  mengajar di sekolah.

c.       Tujuan Microteaching

Microteaching merupakan salah satu penunjang pengalaman lapangan bagi calon guru, yaitu merupakan salah satu latihan terbatas mengenai keterampilan-keterampilan tertentu. Adapun tujuan yang diharapkan dari pembelajaran microteaching adalah (Hasibuan, Ibrahim dan Toemial, 2014: 7):

1)      Membantu calon guru atau guru menguasai ketrampilanketrampilan khusus, agar dalam latihan tidak mengalami kesulitan.

2)      Meningkatkan taraf kompetensi mengajar bagi calon guru secara bertahap, dengan penguasaan ketrampilanketrampilan yang akhirnya dapat diintegrasikan dalam mengajar yang sesungguhnya.

3)      Dalam in service trainning bagi guru atau dosen, diharapkan yang bersangkutan bisa menemukan sendiri kekurangannya dalam mengajar dan usaha memperbaikinya.

4)      Memberi kemungkinan dalam latihan pembelajaran mikro agar calon guru atau guru menguasai ketrampilan (khusus) mengajar, agar dalam penampilan mengajar (dalam proses belajar-mengajar) mantap, trampil, dan kompeten.

5)      Sebagai penunjang usaha peningkatan ketrampilan, kemampuan serta efektifitas dan efisiensi penampilan calon guru atau guru dalam proses belajar mengajar.

d.      Manfaat Microteaching

Menurut Brown dan Amterong dalam Barnawi dan M. Arifin (2016, hlm.  30)  mencatat  hasil  riset  tentang  manfaat microteaching,  sebagai berikut:

1)      Korelasi  antara microteaching dan  praktik  keguruan  sangat  tinggi. Artinya,  seseorang  yang  berpenampilan  baik  dalam microteaching akan baik pula dalam praktik mengajar di kelas.

2)      Praktikan  yang  terlebih  dahulu  menempuh  program microteaching ternyata   lebih   baik/lebih   terampil   daripada   praktik   yang   tidak mengikuti pengajaran microteaching.

3)      Praktik yang menempuh microteaching menunjukan prestasi mengajar yang lebih tinggi.

4)      Bagi   praktikan   yang   telah   memiliki   kemampuan   tinggi   dalam pengajaran, microteaching kurang bermanfaat.

5)      Setelah mengikuti microteaching, praktikan dapat   menciptakkan interaksi dengan siswa secara lebih baik.

6)      Penyajian  model  rekaman  mengajar  lebih  baik  daripada  model  lisan sehingga lebih signifikan dengan keterampilan mengajar.

e.       Tahapan Microteaching

Berikut ini tahapan microteaching menurut Halimah (2013, hlm. 90) sebagai berikut:

 

1)      Tahap pertama (tahap kognitif)

Tahap pertama, mahasiswa calon guru atau praktikan dibimbing untuk memahami dan mendalami serta memiliki gambaran  secara  umum  konsep  dan  makna  keterampilan  dasar mengajar  dalam  proses  belajar  mengajar,  menggunakan  secara tepat,    menyinergikan    keterampilan    satu dan    lainnya    serta ketepatan kapan dan dalam kondisi  yang bagaimana keterampilan satu  dan  lainnya  digunakan  pada  tahap  ini  idealnya  para  calon guru selain diperkenalkan pada konsep-konsep secara teoritis juga harus   melihat   contoh-contoh   penerapan   teori   tersebut   secara praktis  melalui  tayangan  video  aplikasi  teori  tersebut.  Dengan demikian,   para   mahasiswa   calon   guru   atau   praktikan   dapat menyinergikan  pengetahuan  mereka  untuk  digunakan  pada  realita pengajaran yang di padukan dengan keterampilan dasar mengajar.

2)      Tahap kedua (tahapan pelaksanaan)

Tahap  kedua  ini,  para  mahasiswa  calon  guru  atau  praktikan secara  nyata  mempraktikan  keterampilan  dasar  mengajar  secara berulang,   dengan   harapan   jika   praktikan   sudah   berulang   kali melakukan    praktik    akan    mengetahui    kekurangannya    pada keterampilan  yang  mereka  pelajari  untuk  dikuasai  dan  terampil untuk   menggunakannya   dalam   proses   belajar   mengajar.   Pada tahapan   ini   praktikan   sudah   dapat   mempersiapkan   perangkat pembelajaran  mulai  dari  RPP,  media  yang  akan  digunakan  dan segala  sesuatu  yang  dipersyaratkan  bagi  guru  yang  profesional dimasa mendatang.

3)      Tahapan ketiga (tahap balikan)

Tahap  ketiga  ini  merupakan  kilas  balik  praktikan  dengan mempelajari   hasil   dari   observasi   teman   sejawat   yang   akan memberikan     informasi     setelah     melihat     secara     langsung pelaksanaan  kegiatan  praktik  mengajar.  Para  rekan  sejawat  dan dosen   pembimbing   atau   dosen   luar   biasa   akan   memberikan penilaian  berkaitan  dengan  kelebihan  dan  kekurangan  paraktikan yang  selanjutnya  akan  didiskusikan  dan  sebagai  bahan  untuk memperbaiki kinerja sebagai calon guru yang profesional.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa tahapan microteaching sangat bermanfaat bagi profesionalisme calon guru salah satunya disiplin dalam mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dan sesudah pemelajaran seperti mempersiapkan RPP materi yang akan digunakan setelah studi selesai.

2.      Keterampilan Mengajar

a.       Definisi Keterampilan Mengajar

Pengertian keterampilan mengajar guru adalah sebagaimana pendapat Amstrong dkk (1992:33) yaitu kemampuan menspesifikasi tujuan performasi, kemampuan mendiagnosa murid, keterampilan memilih strategi penajaran, kemampuan berinteraksi dengan murid, dan keterampilan menilai efektifitas pengajaran.

Menurut  Wijarini dan Ilma (2017, hlm. 150) mengatakan  bahwa keterampilan  mengajar  merupakan  kemampuan  atau  keterampilan  yang bersifat  khusus  dimiliki  oleh  seorang  pendidik  baik  ia  sebagai  guru ataupun  sebagai  seorang dosen  dalam  kegiatan  belajar  mengajar  agar berjalan secara efektif dan efesien.

Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengajar adalah tahap aktif guru dalam proses pengajaran seperti pengaturan kelas, penjelasan topik, penggunaan  dan dukungan model, dll. Ditujukan kepada siswa agar tercipta lingkungan yang harmonis. Suasana bagi guru dan siswa untuk mencapai tujuan belajarnya.

b.      Komponen Keterampilan Mengajar

Sa’ud (2013, hlm. 55-71)   menjelaskan   bahwa   ada   sembilan komponen dalam keterampilan mengajar yaitu sebagai berikut:

1)      Keterampilan Membuka dan Menutup Pelajaran

a)      Keterampilan Membuka Pelajaran

Keterampilan   membuka   pelajaran ialah   kegiatan   yang dilakukan    oleh    guru    dalam    kegiatan    pembelajaran    untuk menciptakan   prakondisi   murid   agar   minat   dan   perhatiannya terpusat pada apa yang akan dipelajarinya. Dengan demikian usaha tersebut   akan   memberikan   efek   yang   positif   bagi   kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain, kegiatan yang dilakukan oleh guru dimaksudkan   untuk   menciptakan   suasana   mental   siswa agar terpusat pada hal-hal yang dipelajarinya.

b)      Keterampilan Menutup Pelajaran

Keterampilan   menutup   pelajaran   ialah   kegiatan   yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri pelajaran, tujuannya adalah:

1.      Mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.

2.      Mengetahui tingkat keberhasilan guru dalam membelajarkan pada siswa.

3.      Membantu siswa agar mengetahui hubungan   antara pengalaman-pengalaman yang telah  dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya.

2)      Keterampilan Menjelaskan

Keterampilan     menjelaskan     dalam     pembelajaran     ialah keterampilan  menyajikan  informasi  secara  lisan  yang  diorganisasi secara sistematis untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian  dengan  bagian  yang  lainnya,  misalnya  antar  sebab  dan akibat,  definisi  dengan  contoh  atau  dengan  sesuatu  yang  belum diketahui. Penyampaian informasi yang terencana dengan baik dan disajikan   dengan   urutan   yang   cocok,   merupakan   ciri   utama kegiatan   menjelaskan.   Pemberian   penjelasan   merupakan   suatu aspek  yang  sangat  penting  dalam  kegiatan  seorang  guru.  Interaksi di  dalam  kelas  cenderung  dipenuhi  oleh  kegiatan  pembicaraan, baik  oleh  guru  sendiri,  oleh  guru  dan  siswa,  maupun  antara  siswa dengan siswa.

3)      Keterampilan Bertanya

Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan mengajar bertanya tingkat dasar dan keterampilan mengajar bertanya tingkat lanjut. Keterampilan bertanya tingkat dasar mempunyai komponen dasar   yang   perlu diterapkan  dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Keterampilan bertanya tingkat lanjut merupakan lanjutan dari  keterampilan bertanya dasar dan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa dan mendorong mereka agar dapat mengambil inisiatif sendiri. Tujuan pertanyaan yang diajukan kepada siswa, yaitu:

a)      Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang dibicarakan.

b)      Memusatkan  perhatian  siswa  pada  suatu  masalah  yang  sedang dibahas.

c)      Mendiagnosis kesulitan-kesulitan khusus yang   menghambat siswa dalam belajar.

d)     Mengembangkan cara belajar siswa aktif.

e)      Memberikan kesempatankepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.

f)       Mendorong siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi.

g)      Menguji dan mengukur hasil belajar.

4)      Keterampilan Memberi Penguatan

Penguatan  adalah  respon  terhadap  suatu  tingkah  laku  yang dapat  meningkatkan  kemungkinan  berulangnya  kembali  tingkah laku tersebut. Tujuan keterampilan memberi penguatan yaitu:

a)      Meningkatkan perhatian siswa pada pelajaran.

b)      Meningkatkan motivasi belajar siswa.

c)      Memudahkan siswa untuk belajar.

d)     Mengeliminir  tingkah  laku  siswa  yang  negatif  dan  membina tingkah laku positif siswa.

5)      Keterampilan Menggunakan Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi  efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran yaitu:

a)      Memperjelas penyajian pesan agar terlalu verbalistis.

b)      Mengatasi keterbatasan ruang waktu, dan daya indera.

c)      Memperlancar jalannya proses pembelajaran.

d)     Menimbulkan kegairahan belajar.

e)      Memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan kenyataan.

f)       Memberi  kesempatan  pada  siswa  untuk  belajar  secara  mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

6)      Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses percakapan yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam  interaksi  tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagai  informasi atau pengalaman, mengambil keputusan,   memecahkan suatu masalah. Jadi, pengertian keterampilan   membimbing diskusi kelompok kecil ialah keterampilan    melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar dapat  melaksanakan  diskusi  kelompok kecil dengan efektif. Tujuan keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, yaitu:

a)      Siswa   dapat   memberi   informasi   atau   pengalaman   dalam menjelajahi  gagasan  baru  atau  masalah  yang  harus  dipecahkan oleh mereka.

b)      Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan  kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.

c)      Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

7)      Keterampilan Mengelola Kelas

Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara  kondisi  belajar  yang  optimal  dan  mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar. Tujuan keterampilan mengelola kelas yaitu:

a)      Mendorong   siswa   mengembangkan   tingkah   lakunya   sesuai tujuan pembelajaran.

b)      Membantu    siswa    menghentikan    tingkah    lakunya    yang menyimpang dari tujuan pembelajaran.

c)      Mengendalikan  siswa  dan  sarana  pembelajaran  dalam  suasana pembelajaran   yang   menyenangkan   untuk   mencapai   tujuan pembelajaran.

d)     Membina hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan siswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif.

8)      Keterampilan Mengadakan Variasi

Kehidupan akan lebih menarik jika penuh dengan variasi. Begitu pula dalam  kegiatan  belajar  mengajar.  Variasi  dalam  kegiatan belajar  mengajar  adalah  perubahan  kegiatan  yang  bertujuan  untuk meningkatkan motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan.   Keterampilan   mengadakan   variasi   ini   dapat   juga dipakai   untuk   penggunaan   keterampilan   mengajar   yang   lain, seperti   dalam   menggunakan   keterampilan   bertanya   memberi penguatan, menjelaskan dan sebagainya. Tujuan keterampilan mengadakn variasi, yaitu:

a)      Menimbulkan dan meningkatkan perhatian siswa   kepada aspek-aspek pembelajaran.

b)      Memupuk tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara  mengajar  yang lebih    hidup    dan lingkungan belajar yang lebih baik.

9)      Keterampilan Mengajar Perorangan dan Kelompok Kecil

Tujuan keterampilan mengajar perorangan:

a)      Memberikan  rasa  tanggung  jawab  yang  lebih  besar  kepada siswa.

b)      Mengembangkan daya kreatif dan sifat kepemimpinan  pada siswa.

c)      Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif.

d)     Membentuk hubungan  yang lebih akrab antara guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa.

Tujuan keterampilan mengajar kelompok kecil:

a)      Meningkatkan     kualitas     pembelajaran     melalui     dinamika kelompok.

b)      Memberi   kesempatan   memecahkan   masalah   untuk   berlatih memecahkan   masalah   dan   cara   hidup   secararasional   dan demokratis.

c)      Memberi  kesempatan  kepada  siswa  untuk  mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong.

 

B.     KERANGKA PIKIR

Menurut Sekaran dalam Sugiyono (2013, hlm. 91) kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.

Konsep dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh praktik microteaching terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Bulukumba tahun akademik 2021/2022. Dengan demikian peneliti merumuskan kerangka pemikiran dalam peta konsep berikut:

 

C.    ASUMSI DAN HIPOTESIS

1.      Asumsi

Asumsi dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah microteaching yang mempunyai pengaruh terhadap keterampilan mengajar para mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Kelompok 1) angkatan 2019 karena mahasiswa akan belajar untuk menjadi guru yang professional, kreatif, dan terfokus.

2.      Hipotesis

Menurut Arikunto dalam Deris Dwi (2017, hlm. 28) hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.

Jadi hipotesis atau jawaban sementara dari penelitian ini adalah praktik microteaching berpengaruh besar terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Bulukumba (Kelompok 1) angkatan 2019.


 

 

BAB III
METODE PENELITIAN

A.    JENIS PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yaitu aktivitas yang bertujuan untuk menggambarkan situasi atau fenomena yang dirancang untuk mendapatkan suatu informasi dalam keadaan sekarang. Penelitian deskriptif juga dilaksanakan untuk mengembangkan tujuan yang luas dari ilmu pengetahuan, biasanya untuk mengembangkan ilmu yang mendasari masalah dan penjelasan.

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Djam’an Satori dan Aan Komariah, pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data yang relevan diperoleh dari situasi yang alamiah.

B.     JUMLAH SAMPEL DAN POPULASI

Populasi penelitian ini adalah siswa MAN 2 Bulukumba di kelas X IPS 2 dengan jumlah siswa sebanyak 25 orang. Yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penetapan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total atau sampel jenuh, karena jumlah populasi kurang dari 100 orang. Adapaun data yang akan diolah dan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah siswa yang diberikan penilaian dalam kegiatan praktek melakukan debat yaitu sebanyak 6 orang.

C.    SETTING PENELITIAN

Setting penelitian dalam penelitian kualitatif merupakan hal yang sangat penting dan telah ditentukn ketika menempatkan fokus penelitian. Setting dan subjek penelitian merupakan suatu kesatuan yang telah ditentukan sejak awal penelitian. Setting penelitian ini menunjukan komunitas yang akan diteliti dan sekaligus kondisi fisik dan sosial mereka. Dalam penelitian kualitatif setting penelitian akan menunjukkan lokasi penelitian yang langsung melekat pada fokus penelitian yang telah ditetapkan sejak awal. Setting penelitian ini tidak dapat diubah kecuali fokus penelitiannya diubah.

Setting penelitian adalah lingkungan, tempat atau wilayah yang direncanakan oleh peniliti untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Setting penelitian kualitatif naturalistik mempunyai tiga dimensi yaitu 1) Dimensi tempat, 2) Dimensi pelaku, 3) Dimensi kegiatan. Adapun setting pada penelitian ini bertempat di MAN 2 Bulukumba, tepatnya di kelas X IPS 2.

D.    PROSEDUR PENELITIAN

Prosedur penelitian adalah metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan suatu hal atau dalam melakukan suatu penelitian.

No

Uraian Kegiatan

1.

Kegiatan awal:

-          Guru mengucapkan salam.

-          Salah satu peserta didik diminta untuk memimpin doa sebagai pembuka pembelajaran.

-          Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan mengkondisikan peserta didik agar siap untuk belajar.

-          Guru memaparkan KD, Indikator dan tujuan yang hendak dicapai.

2.

Kegiatan inti:

a.       Stimulasi – Mengamati

-            Peserta didik secara bersama-sama menyimak video “Pembelajaran Materi Debat” https://www.youtube.com/watch?v=aawVVh3an3c

-            Peserta didik secara bersama-sama menyimak Video “Contoh Pelaksanaan Debat” https://www.youtube.com/watch?v=udtb34cwt9w&t=30s

-            Peserta didik mencermati pemodelan pelaksanaan debat pada video yang ditampilkan.

-            Peserta didik membentuk kelompok dibimbing guru.

b.      Identifikasi masalah – Menanya

Guru meminta peserta didik mengajukan pertanyaan tentang tata cara debat.

c.       Pengumpulan Data

-            Peserta didik mencari dan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan materi yang ditontonnya tadi.

-            Membaca sumber lain selain buku teks dari berbagai sumber guna menambah pemahaman tentang materi.

-            Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi kepada guru.

-            Peserta didik mendiskusikan bagaimana cara berdebat dengan memperhatikan permasalah/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan debat untuk menunjukkan esensi dari debat.

-            Guru memberikan mosi permasalahan kepada peserta didik.

-            Peserta didik mempersiapkan bahan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk disampaikan dalam debat dan dikaitkan dengan kondisi sekarang.

-            Peserta didik menyimpulkan penyusunan bahan debat lalu menuliskan hasilnya di buku latihan.

d.      Pengolahan data – Melakukan debat

-            Mengonstruksi permasalahan isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan debat secara lisan untuk menunjukkan esensi dari debat.

-            Peserta didik secara kelompok mulai melakukan debat (mulai dari tim A, yaitu tim pro, tim kontra, tim netral, lalu diikuti tim B, dst)

-            Peserta didik secara kelompok berdiskusi untuk meringkas hasil debat dan menyimpulkan permasalahan/isu, sudut pandang, argumen beberapa pihak, serta simpulan debat untuk menunjukkan esensi dari debat.

e.       Verifikasi – Mengomunikasikan

-            Peserta didik membuat menyampaikan hasil ringkasan masing-masing tiap kelompok. (proaktif)

-            Peserta didik mempresentasikan tata cara berdebat dan hasil kegiatan debat yang dilakukan. (responsif)

-            Peserta didik menanggapi hasil diskusi yang disampaikan oleh peserta didik lain. (responsif) (berpikir kritis)

 

 

f.       Generalisasi – Penarikan kesimpulan

-            Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan debat dan tata cara pelaksanaan debat dan berdasarkan komentar kelompok lain. (responsif, komunikatif, kritis)

-            Peserta didik memperbaiki hasil diskusi berdasarkan komentar kelompok lain. (cermat dan responsif) (berpikir kritis)

3.

Kegiatan Penutup:

-          Peserta didik dipandu oleh guru merefleksi hasil pembelajaran.

-          Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran.

-          Peserta didik dan guru berdoa mengakhiri proses pembelajar.

 

E.     INSTRUMEN PENELITIAN

Instrumen penelitian adalah pedoman yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan penelitian. Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai instrumen penelitian.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP

Nama Satuan Pendidikan            : MAN 2 Bulukumba

Mata Pelajaran                 : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester                 : X/2 (Genap)

Materi Pokok                   : Debat

Alokasi Waktu                 : 4 x 45 menit (2 pertamuan)

 

A.    Kompetensi Inti (KI)

KI  1 dan  2

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual, yaitu “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.” Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial, yaitu “Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif, dan proaktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.

 

 

 

 

 

KI 3

KI 4

Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

 

B.     Kompetensi Dasar (KD)

4.12     Mengonstruksi permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak,  dan simpulan debat secara lisan untuk menunjukkan esensi debat.

 

C.    Indikator.

4.12.1 Melaksanakan debat berdasarkan permasalahan/isu, sudut pandang dan             argumen beberapa pihak, dan simpulan dari debat lisan untuk menunjukkan             esensi debat.

4.12.2    Menyimpulkan permasalahan/isu dalam pelaksanaan debat.

 

D.    Tujuan Pembelajaran

                 1.       Peserta didik mampu melaksanakan debat berdasarkan permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan dari debat secara lisan untuk menunjukkan esensi debat.

                 2.       Peserta didik mampu menyimpulkan permasalahan/isu dalam pelaksanaan debat.

 

E.     Materi Pembelajaran

                 1.       Faktual          : Esensi Debat

                 2.       Konseptual   : Mosi, Argumen, dan Tanggapan

                 3.       Prosedural     : Mosi, argumen, dan tanggapan dalam debat.

                 4.       Metakognitif : Menyimpulkan keterkaitan atas kemanfaatan pemahaman debat yang dilakukan dengan kehidupan untuk mengkritik dan menyikapi sesuatu.

 

F.     Metode Pembelajaran

Pendekatan                      : Scientific Learning

Model Pembelajaran       : Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis
  Masalah

Metode Pembelajaran      : ceramah, diskusi kelompok, dan tanya jawab

 

G.    Sumber/Alat/Media Pembelajaran

Sumber:

-          Buku: Kosasih, E. 2016. Cerdas Berbahasa Indonesia Jilid 1 Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.

-          Internet:

Video “Pembelajaran Materi Debat”

https://www.youtube.com/watch?v=aawVVh3an3c

Video “Contoh Pelaksanan Debat”

https://www.youtube.com/watch?v=udtb34cwt9w&t=30s

Alat:

-       Papan tulis

-       Spidol

-       Laptop

-       LCD

 

Media Pembelajan

-       Video pembelajaran

-       Buku

 

H.       Langkah-langkah Pembelajaran.

No

Uraian Kegiatan

Alokasi Waktu

1

Kegiatan awal:

-          Guru mengucapkan salam.

-          Salah satu peserta didik diminta untuk memimpin doa sebagai pembuka pembelajaran.

-          Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan mengkondisikan peserta didik agar siap untuk belajar.

-          Guru memaparkan KD, Indikator dan tujuan yang hendak dicapai.

 

 

 

 

15 menit

2

Kegiatan inti:

a.       Stimulasi: Mengamati

-          Peserta didik secara bersama-sama menyimak Video “Pembelajaran Materi Debat” https://www.youtube.com/watch?v=aawVVh3an3c

-          Peserta didik secara bersama-sama menyimak Video “Contoh Pelaksanaan Debat” https://www.youtube.com/watch?v=udtb34cwt9w&t=30s

-          Peserta didik mencermati pemodelan pelaksanaan debat pada video yang ditampilkan.

-          Peserta didik membentuk kelompok dibimbing guru.

b.      Identifikasi Masalah: Menanya

-          Guru meminta peserta didik mengajukan pertanyaan tentang tata cara debat.

c.       Pengumpulan Data

-          Peserta didik mencari dan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan materi yang ditontonnya tadi.

-          Membaca sumber lain selain buku teks dari berbagai sumber guna menambah pemahaman tentang materi.

-          Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi kepada guru.

-          Peserta didik mendiskusikan bagaimana cara berdebat dengan memperhatikan permasalah/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan debat untuk menunjukkan esensi dari debat.

-          Guru memberikan mosi permasalahan kepada peserta didik.

-          Peserta didik mempersiapkan bahan dan segala sesuatu yang diperlukan untuk disampaikan dalam debat dan dikaitkan dengan kondisi sekarang.

-          Peserta didik menyimpulkan penyusunan bahan debat lalu menuliskan hasilnya di buku latihan.

 

 

 

d.      Pengolahan Data: Melakukan Debat

Mengonstruksi permasalahan isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan debat secara lisan untuk menunjukkan esensi dari debat.

-          Peserta didik secara kelompok mulai melakukan debat (mulai dari tim A, yaitu tim pro, tim kontra, tim netral, lalu diikuti tim B, dst)

-          Peserta didik secara kelompok berdiskusi untuk meringkas hasil debat dan menyimpulkan permasalahan/isu, sudut pandang, argumen beberapa pihak, serta simpulan debat untuk menunjukkan esensi dari debat.

e.       Verifikasi: Mengomunikasikan.

-          Peserta didik membuat menyampaikan hasil ringkasan masing-masing tiap kelompok. (proaktif)

-          Peserta didik mempresentasikan tata cara berdebat dan hasil kegiatan debat yang dilakukan. (responsif)

-          Peserta didik menanggapi hasil diskusi yang disampaikan oleh peserta didik lain. (responsif) (berpikir kritis)

f.       Generalisasi: Penarikan kesimpulan.

-          Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan debat dan tata cara pelaksanaan debat dan berdasarkan komentar kelompok lain. (responsif, komunikatif, kritis)

-          Peserta didik memperbaiki hasil diskusi berdasarkan komentar kelompok lain. (cermat dan responsif) (berpikir kritis)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

65 menit

3

Penutup:

-          Peserta didik dipandu oleh guru merefleksi hasil pembelajaran.

-          Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran

-          Peserta didik dan guru berdoa mengakhiri proses pembelajar.

 

 

 

 

 

10 menit

 

I.       Penilaian.

Teknik                        : Praktek, tugas kelompok, Observasi

Bentuk instrumen        : Pengamatan keterampilan peserta didik.

 

F.     TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti untuk mengumpulkan data. Ada beberapa teknik atau metode pengumpulan data yang biasanya dilakukan oleh peneliti. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau gabungan dari metode yang ada tergantung masalah yang dihadapi (Kriyantono, 2009:93).

Menurut Sugiyono (2013:224) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini teknik pengamatan.

Menurut Sutrisno Hadi dalam Sugiyo (2013:145) mengemukakan bahwa pengamatan merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang penting adalah proses-psoses pengamatan dan ingatan. Alasan menggunakan teknik pengamatan dalam penelitian ini adalah karena penelitian ini dilakukan di dalam kelas dan berfokus tentang bagaimana penerapan metode pembelajaran problem based learning dalam mempelajari materi tentang debat dan pengaplikasiannya dalam kegiatan praktik.

Penelitian kualitatif lebih mengutamakan kualitas data, oleh karena itu teknik pengumpulan datanya banyak menggunakan observasi atau pengamatan. Peneliti akan memaparkan data yang terkumpul berupa dokumen dan informasi yang aktual mengenai bagaimana proses kegiatan belajar mengajar di kelas X IPS 2 dengan materi tentang debat dan bagaimana pengaplikasiannya melalui kegiatan praktik debat.

G.    TEKNIK ANALISIS DATA

Menurut Ardhana 12 (dalam Lexy J. Moleong 2002:103) menjelaskan bahwa analisis data adalah propes mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Menurut Taylor (1975:79) mendefinisikan analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis.

Menurut Miles dalam Sugiyono (2014) analisis data kualitatif terdri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian, data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.

1.      Reduksi Data

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan informasi data yang muncul dari catatan tertulis di lapangan. Reduksi data merupakan bagian dari analisis data dengan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan dan mengorganisasikan data sehingga kesimpulan final dapat diambil. Reduksi data dilakukan selama penelitian berlangsung sampai laporan tersusun.

2.      Penyajian Data

Penyajian data merupakan alur kedua dalam kegiatan analisis data. Data dan informasi yang sudah diperoleh di lapangan dimasukkan ke dalam suatu matriks. Penyajian data dapat meliputi berbagai jenis matriks, grafik, jaringan dan bagan

3.      Verifikasi dan Kesimpulan

Sekumpulan informasi yang tersusun memungkinkan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penarikan kesimpulan hanyalah sebagian dari suatu kegiatan. Kesimpulan juga diverifikasi selama penelitian berlangsung. Dalam penelitian kualitatif, prinsip pokok teknik analisisnya ialah mengolah dan menanalisa data-data yang terkumpul menjadi sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna.

 

 


 

BAB IV
HASIL PENELITIAN


 

BAB V
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

B.     SARAN


 

LAMPIRAN

Komentar

Postingan Populer