Laporan Praktikum Microteching
LAPORAN PRAKTIKUM MICROTEACHING
DOSEN PENGAMPU MATA KULIAH:
JULIANA RAHMAN, S.Pd., M.Pd.
OLEH:
1.
RISKA AGUSTINA 2019310211
2.
IRAWATI 2019310212
3.
NUR MUHRIANTI HAMRIH 2019310215
4.
ALDI ALFIANSYAH PUTRA 2019310217
5.
DINI INAYAH ZANDRA 2019310219
6.
ANDI INDHA NUR REZKY 2019310221
7.
NURUL UTAMI RESKI 2019310222
8.
ANDI IZZATUL QADRIFAH 2019310226
9.
SERLY SARJU 2019310235
10.
AHMAD FIRDAUS 2019310236
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA
INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BULUKUMBA
2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Riska Agustina
Nim :
2019310211
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Irawati
Nim :
2019310212
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Nur Muhrianti Hamrih
Nim :
2019310215
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Aldi Alfiansyah Putra
Nim :
2019310217
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Dini Inayah Zandra
Nim :
2019310219
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Andi Indha Nur Rezky
Nim :
2019310221
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Nurul Utami Reski
Nim :
2019310222
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Andi Izzatul Qadrifah
Nim :
2019310226
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan
telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Serly Sarju
Nim :
2019310235
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
LEMBARAN PENGESAHAN
Laporan Praktikum Microteaching oleh mahasiswa Program
Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Bulukumba di MAN 2
Bulukumba, Tahun Ajaran 2021/2022 dinyatakan telah diterima dan disahkan.
Yang melaksanakan kegiatan ini:
Nama :
Ahmad Firdaus
Nim :
2019310236
Program Studi :
Pendidikan Bahasa Indonesia

Bulukumba, 9 Maret 2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Swt. yang
telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
yang berjudul “Laporan Praktikum Microteaching” ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan dari laporan ini adalah
untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Microteaching. Selain itu, laporan ini
juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang bagaimana cara mengajar di kelas.
Penulis menyadari bahwa apa yang telah penulis
peroleh tidak semata-mata hasil jerih payah sendiri, tetapi keterlibatan semua
pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada:
1.
Ayah
dan Ibunda tercinta dengan sabar telah mendidik dan membiayai penulis sejak
kecil sampai sekarang.
2.
Muhammad
Anas, S.Ag., M.S.I. sebagai kepala UPT MAN 2 Bulukumba yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis selama melakukan kegiatan Praktikum Microteaching.
3.
Juliana
Rahman, S.Pd., M.Pd. sebagai Dosen Microteaching yang telah memberikan tugas
ini sehingga dapat menambah pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi
yang penulis tekuni ini.
4.
Suhaedi,
S.Pd. sebagai Guru Pamong yang telah membimbing dan membantu penulis selama
melakukan kegiatan Praktikum Microteaching.
5.
Rekan
– rekan mahasiswa yang telah memberikan masukan, arahan dan motivasi kepada
penulis
6.
Adik
– adik siswa(i) UPT MAN 2 Bulukumba yang antusias selama proses kegiatan
belajar mengajar dalam kegiatan Praktikum Microteaching, semoga kelak menjadi generasi yang membanggakan.
7.
Semua
pihak yang tidak dapat penulis sebutkan namanya atas bantuan dan dukungan yang
diberikan semoga mendapat pahala dari Allah SWT.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan
laporan ini masih banyak kekurangan, olehnya itu kritik dan saran yang bersifat
membangun dari pembaca sangat diharapkan.
Bulukumba, 9 Maret 2022
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Pembelajaran merupakan perpaduan
dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar.
Pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber
belajar agar terjadi poses belajar dalam diri peserta didik (Sadiman dkk,
1986:7). Pembelajaran yang baik akan tercapai apabila disertai dengan
perencanaan pembelajaran yang baik sebagai acuan dalam mengajar. Perencanaan
pembelajaran memiliki peranan penting dalam menuntun guru dalam melaksanakan
tugasnya sebgai pendidik.
Seorang
guru dituntut untuk mengetahui, memahami, dan memiliki pengetahuan, sikap dan
profesional dalam membelajarkan siswa. Oleh karena itu, membuat rencana
pembelajaran merupakan hal yang harus dipersiapkan oleh seorang guru, dimana
guru harus mampu menilai karakter dan kebutuhan siswa sebagai objek belajar,
merumuskan tujuan pembelajaran dan memilih metode serta strategi belajar yang
tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Hal
ini berhubungan dengan konsep Microteaching, dimana Micro yang berarti kecil,
terbatas, dan sempit. Teaching berartu mendidik atau mengajar. Jadi, Micro
Teaching adalah suatu kegiatan mengajar yang segala aspek di dalamnya kemudian
diperkecil atau disederhakan. Adanya Microteaching memberikan kesempatan bagi
pengajar untuk melatih kemampuan interaksinya dengan peserta didik dan juga
sarana untuk mempersiapkan diri dalam
menghadapi pengajaran yang kompleks yaitu kelas yang sebenarnya. Disinilah
kesempatan untuk mengaplikasikan ilmu menjadi seni mengajar dan mempraktikkan
teori yang telah dipelajari. Mata pelajaran yang akan diajarkan dalam kegiatan
Microteaching ini adalah Bahasa
Indonesia dalam Bab Debat.
B.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan
latar belakang yang penulis kemukakan di atas, yang menjadi rumusan masalah
makalah ini adalah
1.
Bagaimana
mahasiswa mampu memahami konsep dasar mengajar dan menyusun perencanaan
pembelajaran micro.
2.
Bagaimana
mahasiswa mampu menerapkan teori pembelajaran dalam skala kecil sebagai
stimulus proses pembelajaran kepada real
teaching.
3.
Apa yang harus dipersiapkan mahasiswa calon
pendidik untuk menghadapi pembelajaran dengan memiliki pengetahuan,
keterampilan, kecakapan, dan sikap profesional.
4.
Bagaimana menganalisa tingkah laku mengajar
sesama mahasiswa calon pendidik dan dirinya sendiri.
5.
Bagaimana mempraktikkan berbagai teknik mengar
dengan benar dan tepat serta mewujudkan situasi belajar mengajar yang efektif
dan efesien.
C.
TUJUAN
Berdasarkan
rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:
1.
Memberikan
bekal kepada mahasiswa untuk mampu memahami konsep dasar mengajar dan menyusun
perencanaan pembelajaran micro.
2.
Melatih
mahasiswa untuk menerapkan teori pembelajaran dalam skala kecil sebagai
stimulus proses pembelajaran kepada real teaching
3.
Mempersiapkan
mahasiswa calon pendidik untuk menghadapi pembelajaran dengan memiliki
pengetahuan, keterampila, kecakapan, dan sikap profesional.
4.
Menganalisa
tingkah laku mengajar sesama mahasiswaa calon pendidik dan dirinya sendiri.
5.
Mempraktikkan
berbagai teknik mengar dengan benar dan tepat serta mewujudkan situasi belajar
mengajar yang efektif dan efesien.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR
A.
TINJAUAN PUSTAKA
1.
Microteaching
a.
Definisi
Microteaching
Menurut Roestiyah (2011:25) mendefinisikan microteaching
sebagai berikut: “Microteaching
adalah suatu kegiatan mengajar dimana semua yang dikecilkan adalah jumlah murid
antara 5-10 orang, waktu antara 5-10 menit bahkan pelajaran hanya mencakup satu
atau dua unit yang sederhana.”
Lakshmi dalam Barnawi dan M. Arifin (2016, hlm. 15)
menjelaskan: Bahwa pada 1963,
Stanford University memperkenalkan sebagai program pendidikan
eksperimental yang didukung
Ford Foundation Program, pendidikan
ini menyiratkan elemen
mikro yang secara sistematis berusaha menyederhanakan
kompleksitas proses pengajaran. Model
pengajaran ini kemudian
menyebar ke sejumlah
perguruan tinggi di Amerika
dan Eropa dalam
program pendidikan guru. Selanjutnya pada
1971, microteaching mulai
berkembang di kawasan Asia, terutama Malaysia, Filipina,
dan Indonesia.
Sementara menurut Hasibuan, Ibrahim dan Toeminal
(2014:5) menyatakan bahwa pengajaran micro adalah metode latihan penampilan
dasar mengajar yang dirancang secara jelas mengisolasi bagian-bagian komponen
dan proses mengajar sehingga guru atau calon guru dapat menguasai satu persatu
keterampilan dalam situasi yang disederhanakan.
Penggunaan microteaching
dalam program pelatihan
guru karena ada sejumlah
pertimbangan-pertimbangan
yang mendasarinya. Menurut Setyawan dalam
Barnawi dan M.
Arifin (2016, hlm.
20) mengatakan bahwa
pertimbangan yang mendasari penggunaan
program microteaching ialah sebagai berikut:
1)
Untuk mengatasi
kekurangan waktu yang
diperlukan dalam latihan mengajar secara tradisional.
2)
Keterampilan mengajar
yang kompleks dapat
diperinci menjadi
keterampilan-keterampilan mengajar yang
khusus dan dapat
dilatih secara berurutan.
3)
Microteaching
dimaksudkan untuk memperluas
kesempatan latihan mengajar.
Dapat
disimpulkan, dari beberapa pernyataan di atas bahwa microteaching merupakan salah satu metode praktik mengajar pada
ruang lingkup yang sederhana dengan tujuan untuk mengembangkan keterampilan
dasar mengajaar bagi calon guru (pendidik).
b.
Fungsi
Microteaching
Suwarna dalam
Barnawi dan M. Arifin (2016, hlm.
25) mengatakan bahwa: microteaching
berfungsi sebagai sarana
untuk memperoleh umpan balik atas
kinerja mengajar seseorang.
Melalui microteaching, baik
calon guru maupun
guru dapat memperoleh
informasi tentang
kekurangan dan kelebihannya
dalam mengajar. Apa saja
kelebihan yang perlu dipertahankan dan
apa saja kekurangan
yang dapat diperbaiki. Selain
itu, melalui microteaching guru
dapat mencoba metode atau
model pembelajaran baru
sebelum digunakan pada
kelas yang sebenarnya. Menurut Barnawi dan M. Arifin (2016, hlm. 24) Microteaching bagi calon guru
berfungsi memberikan pengalaman
baru dalam belajar mengajar, sedangkan
bagi guru, microteaching berfungsi memberi
penyegaran keterampilan dan
sebagai sarana umpan
balik atas kinerja mengajarnya
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi microteaching adalah mendorong dan
memberikan gambaran bagi calon guru untuk bertindak seperti guru, karena
dengan praktik microteaching, calon guru siswa dapat mengetahui kelebihan dan
kekurangan dalam mengajar, kelemahan dapat diperbaiki, kelebihan dapat
ditingkatkan, dipertahankan atau ditingkatkan, sehingga calon guru
siap mengajar di sekolah.
c.
Tujuan
Microteaching
Microteaching
merupakan salah satu
penunjang pengalaman lapangan bagi calon guru, yaitu merupakan salah satu
latihan terbatas mengenai keterampilan-keterampilan tertentu. Adapun tujuan
yang diharapkan dari pembelajaran microteaching adalah (Hasibuan, Ibrahim dan
Toemial, 2014: 7):
1)
Membantu
calon guru atau guru menguasai ketrampilanketrampilan khusus, agar dalam
latihan tidak mengalami kesulitan.
2)
Meningkatkan
taraf kompetensi mengajar bagi calon guru secara bertahap, dengan penguasaan
ketrampilanketrampilan yang akhirnya dapat diintegrasikan dalam mengajar yang
sesungguhnya.
3)
Dalam
in service trainning bagi guru atau dosen, diharapkan yang bersangkutan bisa
menemukan sendiri kekurangannya dalam mengajar dan usaha memperbaikinya.
4)
Memberi
kemungkinan dalam latihan pembelajaran mikro agar calon guru atau guru
menguasai ketrampilan (khusus) mengajar, agar dalam penampilan mengajar (dalam
proses belajar-mengajar) mantap, trampil, dan kompeten.
5)
Sebagai
penunjang usaha peningkatan ketrampilan, kemampuan serta efektifitas dan
efisiensi penampilan calon guru atau guru dalam proses belajar mengajar.
d.
Manfaat
Microteaching
Menurut Brown dan Amterong dalam Barnawi dan M.
Arifin (2016, hlm. 30) mencatat
hasil riset tentang
manfaat microteaching, sebagai
berikut:
1)
Korelasi antara microteaching dan praktik
keguruan sangat tinggi. Artinya, seseorang
yang berpenampilan baik
dalam microteaching akan baik pula dalam praktik mengajar di kelas.
2)
Praktikan yang
terlebih dahulu menempuh
program microteaching ternyata
lebih baik/lebih terampil
daripada praktik yang
tidak mengikuti pengajaran microteaching.
3)
Praktik
yang menempuh microteaching menunjukan prestasi mengajar yang lebih tinggi.
4)
Bagi praktikan
yang telah memiliki
kemampuan tinggi dalam pengajaran, microteaching kurang
bermanfaat.
5)
Setelah
mengikuti microteaching, praktikan dapat
menciptakkan interaksi dengan siswa secara lebih baik.
6)
Penyajian model
rekaman mengajar lebih
baik daripada model
lisan sehingga lebih signifikan dengan keterampilan mengajar.
e.
Tahapan
Microteaching
Berikut ini tahapan microteaching menurut Halimah
(2013, hlm. 90) sebagai berikut:
1)
Tahap
pertama (tahap kognitif)
Tahap pertama, mahasiswa calon guru atau praktikan
dibimbing untuk memahami dan mendalami serta memiliki gambaran secara
umum konsep dan
makna keterampilan dasar mengajar dalam
proses belajar mengajar,
menggunakan secara tepat, menyinergikan keterampilan satu dan
lainnya serta ketepatan kapan
dan dalam kondisi yang bagaimana
keterampilan satu dan lainnya
digunakan pada tahap
ini idealnya para
calon guru selain diperkenalkan pada konsep-konsep secara teoritis juga
harus melihat contoh-contoh penerapan
teori tersebut secara praktis melalui
tayangan video aplikasi
teori tersebut. Dengan demikian, para
mahasiswa calon guru
atau praktikan dapat menyinergikan pengetahuan
mereka untuk digunakan
pada realita pengajaran yang di
padukan dengan keterampilan dasar mengajar.
2)
Tahap
kedua (tahapan pelaksanaan)
Tahap
kedua ini, para
mahasiswa calon guru
atau praktikan secara nyata
mempraktikan keterampilan dasar
mengajar secara berulang, dengan
harapan jika praktikan
sudah berulang kali
melakukan praktik akan
mengetahui kekurangannya pada keterampilan yang
mereka pelajari untuk
dikuasai dan terampil untuk menggunakannya dalam
proses belajar mengajar.
Pada tahapan ini praktikan
sudah dapat mempersiapkan perangkat pembelajaran mulai
dari RPP, media
yang akan digunakan
dan segala sesuatu yang
dipersyaratkan bagi guru
yang profesional dimasa
mendatang.
3)
Tahapan
ketiga (tahap balikan)
Tahap
ketiga ini merupakan
kilas balik praktikan
dengan mempelajari hasil dari
observasi teman sejawat
yang akan memberikan informasi setelah
melihat secara langsung pelaksanaan kegiatan
praktik mengajar. Para
rekan sejawat dan dosen
pembimbing atau dosen
luar biasa akan
memberikan penilaian
berkaitan dengan kelebihan
dan kekurangan paraktikan yang selanjutnya
akan didiskusikan dan
sebagai bahan untuk memperbaiki kinerja sebagai calon guru
yang profesional.
Dari uraian di
atas dapat disimpulkan bahwa tahapan microteaching
sangat bermanfaat bagi profesionalisme calon guru salah satunya disiplin dalam
mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dan sesudah pemelajaran seperti
mempersiapkan RPP materi yang akan digunakan setelah studi selesai.
2. Keterampilan
Mengajar
a.
Definisi
Keterampilan Mengajar
Pengertian keterampilan mengajar guru adalah
sebagaimana pendapat Amstrong dkk (1992:33) yaitu kemampuan menspesifikasi
tujuan performasi, kemampuan mendiagnosa murid, keterampilan memilih strategi
penajaran, kemampuan berinteraksi dengan murid, dan keterampilan menilai
efektifitas pengajaran.
Menurut
Wijarini dan Ilma (2017, hlm. 150) mengatakan bahwa keterampilan mengajar
merupakan kemampuan atau
keterampilan yang bersifat khusus dimiliki
oleh seorang pendidik
baik ia sebagai
guru ataupun sebagai seorang dosen
dalam kegiatan belajar
mengajar agar berjalan secara
efektif dan efesien.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan
bahwa keterampilan mengajar adalah tahap aktif guru dalam proses pengajaran
seperti pengaturan kelas, penjelasan topik, penggunaan dan dukungan model, dll. Ditujukan kepada
siswa agar tercipta lingkungan yang harmonis. Suasana bagi guru dan siswa untuk
mencapai tujuan belajarnya.
b.
Komponen
Keterampilan Mengajar
Sa’ud (2013, hlm. 55-71) menjelaskan
bahwa ada sembilan komponen dalam keterampilan
mengajar yaitu sebagai berikut:
1)
Keterampilan
Membuka dan Menutup Pelajaran
a)
Keterampilan
Membuka Pelajaran
Keterampilan
membuka pelajaran ialah kegiatan
yang dilakukan oleh guru
dalam kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi
murid agar minat
dan perhatiannya terpusat pada
apa yang akan dipelajarinya. Dengan demikian usaha tersebut akan
memberikan efek yang
positif bagi kegiatan pembelajaran. Dengan kata lain,
kegiatan yang dilakukan oleh guru dimaksudkan
untuk menciptakan suasana
mental siswa agar terpusat pada
hal-hal yang dipelajarinya.
b)
Keterampilan
Menutup Pelajaran
Keterampilan
menutup pelajaran ialah
kegiatan yang dilakukan oleh
guru untuk mengakhiri pelajaran, tujuannya adalah:
1.
Mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran.
2.
Mengetahui
tingkat keberhasilan guru dalam membelajarkan pada siswa.
3.
Membantu
siswa agar mengetahui hubungan antara
pengalaman-pengalaman yang telah
dikuasainya dengan hal-hal yang baru saja dipelajarinya.
2)
Keterampilan
Menjelaskan
Keterampilan
menjelaskan dalam pembelajaran ialah keterampilan menyajikan
informasi secara lisan
yang diorganisasi secara sistematis
untuk menunjukkan adanya hubungan antara satu bagian dengan
bagian yang lainnya,
misalnya antar sebab
dan akibat, definisi dengan
contoh atau dengan
sesuatu yang belum diketahui. Penyampaian informasi yang
terencana dengan baik dan disajikan
dengan urutan yang
cocok, merupakan ciri
utama kegiatan menjelaskan. Pemberian
penjelasan merupakan suatu aspek
yang sangat penting
dalam kegiatan seorang
guru. Interaksi di dalam
kelas cenderung dipenuhi
oleh kegiatan pembicaraan, baik oleh
guru sendiri, oleh
guru dan siswa,
maupun antara siswa dengan siswa.
3)
Keterampilan
Bertanya
Keterampilan bertanya dibedakan atas keterampilan mengajar
bertanya tingkat dasar dan keterampilan mengajar bertanya tingkat lanjut.
Keterampilan bertanya tingkat dasar mempunyai komponen dasar yang
perlu diterapkan dalam mengajukan
segala jenis pertanyaan. Keterampilan bertanya tingkat lanjut merupakan
lanjutan dari keterampilan bertanya
dasar dan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir siswa dan mendorong
mereka agar dapat mengambil inisiatif sendiri. Tujuan pertanyaan yang diajukan
kepada siswa, yaitu:
a)
Membangkitkan
minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang dibicarakan.
b)
Memusatkan perhatian
siswa pada suatu
masalah yang sedang dibahas.
c)
Mendiagnosis
kesulitan-kesulitan khusus yang
menghambat siswa dalam belajar.
d)
Mengembangkan
cara belajar siswa aktif.
e)
Memberikan
kesempatankepada siswa untuk mengasimilasikan informasi.
f)
Mendorong
siswa mengemukakan pendapat dalam diskusi.
g)
Menguji
dan mengukur hasil belajar.
4)
Keterampilan
Memberi Penguatan
Penguatan
adalah respon terhadap
suatu tingkah laku
yang dapat meningkatkan kemungkinan
berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Tujuan keterampilan
memberi penguatan yaitu:
a)
Meningkatkan
perhatian siswa pada pelajaran.
b)
Meningkatkan
motivasi belajar siswa.
c)
Memudahkan
siswa untuk belajar.
d)
Mengeliminir tingkah
laku siswa yang
negatif dan membina tingkah laku positif siswa.
5)
Keterampilan
Menggunakan Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah sarana pembelajaran yang
digunakan sebagai perantara dalam proses pembelajaran untuk mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai
tujuan pembelajaran. Tujuan keterampilan menggunakan media pembelajaran yaitu:
a)
Memperjelas
penyajian pesan agar terlalu verbalistis.
b)
Mengatasi
keterbatasan ruang waktu, dan daya indera.
c)
Memperlancar
jalannya proses pembelajaran.
d)
Menimbulkan
kegairahan belajar.
e)
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan lingkungan dan
kenyataan.
f)
Memberi kesempatan
pada siswa untuk
belajar secara mandiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
6)
Keterampilan
Membimbing Diskusi Kelompok Kecil
Diskusi kelompok kecil adalah suatu proses
percakapan yang teratur dan melibatkan sekelompok orang dalam interaksi
tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagai informasi atau pengalaman, mengambil
keputusan, memecahkan suatu masalah.
Jadi, pengertian keterampilan
membimbing diskusi kelompok kecil ialah keterampilan melaksanakan kegiatan membimbing siswa agar
dapat melaksanakan diskusi
kelompok kecil dengan efektif. Tujuan keterampilan membimbing diskusi
kelompok kecil, yaitu:
a)
Siswa dapat
memberi informasi atau
pengalaman dalam
menjelajahi gagasan baru
atau masalah yang
harus dipecahkan oleh mereka.
b)
Siswa
dapat mengembangkan pengetahuan dan
kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.
c)
Siswa
terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
7)
Keterampilan
Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas adalah keterampilan guru
menciptakan dan memelihara kondisi belajar
yang optimal dan
mengembalikannya apabila terjadi gangguan dalam proses belajar mengajar.
Tujuan keterampilan mengelola kelas yaitu:
a)
Mendorong siswa
mengembangkan tingkah lakunya
sesuai tujuan pembelajaran.
b)
Membantu siswa
menghentikan tingkah lakunya
yang menyimpang dari tujuan pembelajaran.
c)
Mengendalikan siswa
dan sarana pembelajaran
dalam suasana pembelajaran yang
menyenangkan untuk mencapai
tujuan pembelajaran.
d)
Membina
hubungan interpersonal yang baik antara guru dengan siswa dan siswa dengan
siswa, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif.
8)
Keterampilan
Mengadakan Variasi
Kehidupan akan lebih menarik jika penuh dengan
variasi. Begitu pula dalam kegiatan belajar
mengajar. Variasi dalam
kegiatan belajar mengajar adalah
perubahan kegiatan yang
bertujuan untuk meningkatkan
motivasi para siswa serta mengurangi kejenuhan dan kebosanan. Keterampilan mengadakan
variasi ini dapat
juga dipakai untuk penggunaan
keterampilan mengajar yang
lain, seperti dalam menggunakan
keterampilan bertanya memberi penguatan, menjelaskan dan
sebagainya. Tujuan keterampilan mengadakn variasi, yaitu:
a)
Menimbulkan
dan meningkatkan perhatian siswa kepada
aspek-aspek pembelajaran.
b)
Memupuk
tingkah laku yang positif terhadap guru dan sekolah dengan berbagai cara mengajar
yang lebih hidup dan lingkungan belajar yang lebih baik.
9)
Keterampilan
Mengajar Perorangan dan Kelompok Kecil
Tujuan
keterampilan mengajar perorangan:
a)
Memberikan rasa
tanggung jawab yang
lebih besar kepada siswa.
b)
Mengembangkan
daya kreatif dan sifat kepemimpinan pada
siswa.
c)
Memberi
kesempatan kepada siswa untuk belajar lebih aktif.
d)
Membentuk
hubungan yang lebih akrab antara guru
dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa.
Tujuan keterampilan mengajar kelompok
kecil:
a)
Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui
dinamika kelompok.
b)
Memberi kesempatan
memecahkan masalah untuk
berlatih memecahkan masalah dan
cara hidup secararasional dan demokratis.
c)
Memberi kesempatan
kepada siswa untuk
mengembangkan sikap sosial dan semangat gotong royong.
B.
KERANGKA PIKIR
Menurut Sekaran
dalam Sugiyono (2013, hlm. 91) kerangka berfikir merupakan model konseptual
tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah
diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Konsep dari penelitian
ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh praktik microteaching
terhadap keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa
Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Bulukumba tahun akademik 2021/2022.
Dengan demikian peneliti merumuskan kerangka pemikiran dalam peta konsep
berikut:
C.
ASUMSI DAN HIPOTESIS
1. Asumsi
Asumsi dasar yang digunakan dalam penelitian ini
adalah microteaching yang mempunyai pengaruh terhadap keterampilan mengajar
para mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia (Kelompok 1) angkatan
2019 karena mahasiswa akan belajar untuk menjadi guru yang professional,
kreatif, dan terfokus.
2. Hipotesis
Menurut Arikunto dalam Deris Dwi (2017, hlm. 28)
hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara
terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul.
Jadi hipotesis atau jawaban sementara dari
penelitian ini adalah praktik microteaching berpengaruh besar terhadap
keterampilan mengajar mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP
Universitas Muhammadiyah Bulukumba (Kelompok 1) angkatan 2019.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
JENIS PENELITIAN
Jenis penelitian
ini adalah penelitian deskriptif yaitu aktivitas yang bertujuan untuk
menggambarkan situasi atau fenomena yang dirancang untuk mendapatkan suatu
informasi dalam keadaan sekarang. Penelitian deskriptif juga dilaksanakan untuk
mengembangkan tujuan yang luas dari ilmu pengetahuan, biasanya untuk
mengembangkan ilmu yang mendasari masalah dan penjelasan.
Pendekatan
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan
kualitatif. Menurut Djam’an Satori dan Aan Komariah, pendekatan kualitatif
adalah suatu pendekatan penelitian yang mengungkapkan situasi sosial tertentu
dengan mendeskripsikan kenyataan secara benar, dibentuk oleh kata-kata
berdasarkan teknik pengumpulan data dan analisis data yang relevan diperoleh
dari situasi yang alamiah.
B.
JUMLAH SAMPEL DAN POPULASI
Populasi
penelitian ini adalah siswa MAN 2 Bulukumba di kelas X IPS 2 dengan jumlah
siswa sebanyak 25 orang. Yang terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 15 siswa
perempuan. Penetapan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel total atau
sampel jenuh, karena jumlah populasi kurang dari 100 orang. Adapaun data yang
akan diolah dan dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah jumlah siswa yang
diberikan penilaian dalam kegiatan praktek melakukan debat yaitu sebanyak 6
orang.
C.
SETTING PENELITIAN
Setting
penelitian dalam penelitian kualitatif merupakan hal yang sangat penting dan telah
ditentukn ketika menempatkan fokus penelitian. Setting dan subjek penelitian
merupakan suatu kesatuan yang telah ditentukan sejak awal penelitian. Setting
penelitian ini menunjukan komunitas yang akan diteliti dan sekaligus kondisi
fisik dan sosial mereka. Dalam penelitian kualitatif setting penelitian akan
menunjukkan lokasi penelitian yang langsung melekat pada fokus penelitian yang
telah ditetapkan sejak awal. Setting penelitian ini tidak dapat diubah kecuali
fokus penelitiannya diubah.
Setting penelitian
adalah lingkungan, tempat atau wilayah yang direncanakan oleh peniliti untuk
dijadikan sebagai objek penelitian. Setting penelitian kualitatif naturalistik mempunyai
tiga dimensi yaitu 1) Dimensi tempat, 2) Dimensi pelaku, 3) Dimensi kegiatan. Adapun
setting pada penelitian ini bertempat di MAN 2 Bulukumba, tepatnya di kelas X
IPS 2.
D.
PROSEDUR PENELITIAN
Prosedur
penelitian adalah metode langkah demi langkah secara pasti dalam memecahkan
suatu hal atau dalam melakukan suatu penelitian.
|
No |
Uraian Kegiatan |
|
1. |
Kegiatan awal: -
Guru mengucapkan salam. -
Salah satu peserta didik diminta untuk memimpin doa sebagai pembuka
pembelajaran. -
Guru memeriksa kehadiran peserta didik dan mengkondisikan peserta
didik agar siap untuk belajar. -
Guru memaparkan KD, Indikator dan tujuan yang hendak dicapai. |
|
2. |
Kegiatan inti: a.
Stimulasi – Mengamati -
Peserta didik secara bersama-sama menyimak video “Pembelajaran Materi
Debat” https://www.youtube.com/watch?v=aawVVh3an3c -
Peserta didik secara bersama-sama menyimak Video “Contoh Pelaksanaan
Debat” https://www.youtube.com/watch?v=udtb34cwt9w&t=30s -
Peserta didik mencermati pemodelan pelaksanaan debat pada video yang
ditampilkan. -
Peserta didik membentuk kelompok dibimbing guru. b.
Identifikasi masalah – Menanya Guru meminta peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang tata cara debat. c.
Pengumpulan Data -
Peserta didik mencari dan mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan
materi yang ditontonnya tadi. -
Membaca sumber lain selain buku teks dari berbagai sumber guna
menambah pemahaman tentang materi. -
Mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi kepada guru. -
Peserta didik mendiskusikan bagaimana cara berdebat dengan memperhatikan
permasalah/isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan debat
untuk menunjukkan esensi dari debat. -
Guru memberikan mosi permasalahan kepada peserta didik. -
Peserta didik mempersiapkan bahan dan segala sesuatu yang diperlukan
untuk disampaikan dalam debat dan dikaitkan dengan kondisi sekarang. -
Peserta didik menyimpulkan penyusunan bahan debat lalu menuliskan
hasilnya di buku latihan. d.
Pengolahan data – Melakukan debat -
Mengonstruksi permasalahan isu, sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan debat secara lisan
untuk menunjukkan esensi dari debat. -
Peserta didik secara kelompok mulai melakukan debat (mulai dari tim A,
yaitu tim pro, tim kontra, tim netral, lalu diikuti tim B, dst) -
Peserta didik secara kelompok berdiskusi untuk meringkas hasil debat
dan menyimpulkan permasalahan/isu, sudut pandang, argumen beberapa pihak,
serta simpulan debat untuk menunjukkan esensi dari debat. e.
Verifikasi – Mengomunikasikan -
Peserta didik membuat menyampaikan hasil ringkasan masing-masing tiap
kelompok. (proaktif) -
Peserta didik mempresentasikan tata cara berdebat dan hasil kegiatan
debat yang dilakukan. (responsif) -
Peserta didik menanggapi hasil diskusi yang disampaikan oleh peserta
didik lain. (responsif) (berpikir kritis) f.
Generalisasi – Penarikan kesimpulan -
Peserta didik menyimpulkan hasil kegiatan debat dan tata cara
pelaksanaan debat dan berdasarkan komentar kelompok lain. (responsif,
komunikatif, kritis) -
Peserta didik memperbaiki hasil diskusi berdasarkan komentar kelompok
lain. (cermat dan responsif) (berpikir kritis) |
|
3. |
Kegiatan Penutup: -
Peserta didik dipandu oleh guru merefleksi hasil pembelajaran. -
Peserta didik bersama guru menyimpulkan pembelajaran. -
Peserta didik dan guru berdoa mengakhiri proses pembelajar. |
E.
INSTRUMEN PENELITIAN
Instrumen
penelitian adalah pedoman yang digunakan oleh peneliti dalam melakukan
penelitian. Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan Rancangan
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai instrumen penelitian.
|
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP Nama Satuan Pendidikan : MAN 2 Bulukumba
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia Kelas/Semester : X/2
(Genap) Materi Pokok : Debat Alokasi Waktu
: 4 x 45 menit (2 pertamuan) A. Kompetensi Inti (KI)
B. Kompetensi Dasar (KD) 4.12
Mengonstruksi permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa
pihak, dan simpulan debat secara lisan
untuk menunjukkan esensi debat. C. Indikator. 4.12.1 Melaksanakan debat berdasarkan permasalahan/isu,
sudut pandang dan argumen
beberapa pihak, dan simpulan dari debat lisan untuk menunjukkan esensi debat. 4.12.2
Menyimpulkan
permasalahan/isu dalam pelaksanaan debat. D. Tujuan Pembelajaran
1.
Peserta didik mampu melaksanakan debat berdasarkan permasalahan/isu,
sudut pandang dan argumen beberapa pihak, dan simpulan dari debat secara
lisan untuk menunjukkan esensi debat.
2.
Peserta didik mampu menyimpulkan permasalahan/isu dalam pelaksanaan
debat. E. Materi Pembelajaran
1.
Faktual : Esensi Debat
2.
Konseptual : Mosi, Argumen, dan
Tanggapan
3.
Prosedural : Mosi, argumen, dan
tanggapan dalam debat.
4.
Metakognitif : Menyimpulkan keterkaitan
atas kemanfaatan pemahaman debat yang dilakukan dengan kehidupan untuk
mengkritik dan menyikapi sesuatu. F. Metode Pembelajaran Pendekatan
: Scientific Learning Model
Pembelajaran : Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis Metode
Pembelajaran : ceramah, diskusi
kelompok, dan tanya jawab G. Sumber/Alat/Media Pembelajaran Sumber: -
Buku: Kosasih, E. 2016. Cerdas
Berbahasa Indonesia Jilid 1 Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga. -
Internet: Video
“Pembelajaran Materi Debat” https://www.youtube.com/watch?v=aawVVh3an3c Video
“Contoh Pelaksanan Debat” https://www.youtube.com/watch?v=udtb34cwt9w&t=30s Alat: -
Papan tulis -
Spidol -
Laptop -
LCD Media
Pembelajan -
Video pembelajaran -
Buku H. Langkah-langkah Pembelajaran.
I. Penilaian. Teknik
: Praktek, tugas kelompok,
Observasi Bentuk instrumen :
Pengamatan keterampilan peserta didik. |
||||||||||||||||||||
F.
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Metode
pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan peneliti
untuk mengumpulkan data. Ada beberapa teknik atau metode pengumpulan data yang
biasanya dilakukan oleh peneliti. Peneliti dapat menggunakan salah satu atau
gabungan dari metode yang ada tergantung masalah yang dihadapi (Kriyantono,
2009:93).
Menurut Sugiyono
(2013:224) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis
dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini teknik pengamatan.
Menurut Sutrisno
Hadi dalam Sugiyo (2013:145) mengemukakan bahwa pengamatan merupakan suatu
proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis
dan psikologis. Dua diantara yang penting adalah proses-psoses pengamatan dan
ingatan. Alasan menggunakan teknik pengamatan dalam penelitian ini adalah
karena penelitian ini dilakukan di dalam kelas dan berfokus tentang bagaimana
penerapan metode pembelajaran problem
based learning dalam mempelajari materi tentang debat dan pengaplikasiannya
dalam kegiatan praktik.
Penelitian
kualitatif lebih mengutamakan kualitas data, oleh karena itu teknik pengumpulan
datanya banyak menggunakan observasi atau pengamatan. Peneliti akan memaparkan
data yang terkumpul berupa dokumen dan informasi yang aktual mengenai bagaimana
proses kegiatan belajar mengajar di kelas X IPS 2 dengan materi tentang debat
dan bagaimana pengaplikasiannya melalui kegiatan praktik debat.
G.
TEKNIK ANALISIS DATA
Menurut Ardhana
12 (dalam Lexy J. Moleong 2002:103) menjelaskan bahwa analisis data adalah
propes mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola,
kategori, dan satuan uraian dasar. Menurut Taylor (1975:79) mendefinisikan
analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan
tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha
untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis.
Menurut Miles
dalam Sugiyono (2014) analisis data kualitatif terdri atas tiga alur kegiatan
yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian, data dan penarikan
kesimpulan atau verifikasi.
1.
Reduksi
Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan,
pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan informasi data yang
muncul dari catatan tertulis di lapangan. Reduksi data merupakan bagian dari
analisis data dengan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan,
mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan dan mengorganisasikan data
sehingga kesimpulan final dapat diambil. Reduksi data dilakukan selama
penelitian berlangsung sampai laporan tersusun.
2.
Penyajian
Data
Penyajian data merupakan alur kedua dalam kegiatan
analisis data. Data dan informasi yang sudah diperoleh di lapangan dimasukkan
ke dalam suatu matriks. Penyajian data dapat meliputi berbagai jenis matriks,
grafik, jaringan dan bagan
3.
Verifikasi
dan Kesimpulan
Sekumpulan informasi yang tersusun memungkinkan
adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penarikan kesimpulan
hanyalah sebagian dari suatu kegiatan. Kesimpulan juga diverifikasi selama
penelitian berlangsung. Dalam penelitian kualitatif, prinsip pokok teknik
analisisnya ialah mengolah dan menanalisa data-data yang terkumpul menjadi
sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna.


Komentar
Posting Komentar