Ketagihan Gawai, Pelajar Kurang Literasi

Sumber:https://dispar.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/44-pengertian-literasi


    Membaca merupakan gudangnya ilmu. Kalimat tersebut dulunya selalu diucapkan oleh orang tua, guru, dan orang yang berpendidikan yang menjadi motivasi anak dalam mengejar impian dan cita-citanya. Namun, seiring  berjalannya waktu aktivitas membaca buku telah tergantikan oleh teknologi yang canggih atau sering disebut dengan Gawai atau Gadget

     Tidak hanya orang dewasa saja tetapi anak-anak pun sudah menggunakan gawai di setiap saat. Sehigga anak  sudah dijauhkan oleh buku-buku yang menjadi sumber pengetahuan. Anak-anak sekarang lebih memilih bermain di gawai mereka dibandingkan membaca buku. 

    Apalagi sekarang di sekolah-sekolah sudah mengizinkan siswa siswi nya membawa gawai ke sekolah. Akibatnya, buku yang tersusun rapi di perpustakaan sudah jarang disentuh bahkan dibaca. Padahal dengan kita mengembangkan budaya literasi, selain mendapatkan wawasan yang luas kita juga dapat membentuk kepribadian pelajar yang berkarakter. Kok Gitu? Bagaimana bisa? Karena, sifat atau karakter seseorang mengacu kepada perilaku, keterampilan dan motivasi. Dengan membaca, kita dapat meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis, karena dengan membaca buku kita akan menambah kosa kata yang kita miliki. 

    Namun, pelajar sekarang telah disajikan aplikasi-aplikasi yang lebih menarik di smart Phone nya. Sehingga mereka lebih asyik bermain di gawai mereka. Mengerjakan tugas pun, mereka mencari jawaban hanya menggunakan google saja, mereka sudah tidak mau membuka buku dan membaca buku yang berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus halaman.

    Marilah kita tingkatkan literasi dan manfaatkan teknologi sebaik mungkin. Jangan sampai kita dibutakan dan dibodohkan oleh teknologi yang canggih

Komentar

Postingan Populer