Puisi Cinta Tanpa Aba-Aba: Hadir dan Pergi Begitu Saja
Terkadang puisi tercipta dari ketidaksengajaan yang muncul dari perasaan, aktivitas, atau kegian penulis. Seperti dengan seseorang yang hadir dalam kehidupan kita, tanpa aba-aba, tanpa tanda, tanpa isyarat bahkan tanpa disangka-sangka. Kehadiran itu bisa saja sederhana, namun bisa mengubah pandangan dan memberi warna baru hingga menumbuhkan perasaan yang tidak pernah terbayang oleh kita terjadi dalam kehidupan. Namun, tidak semua yang hadir akan bertahan. Ada yang akhirnya akan pergi, meninggalkan janji yang tak ditepati, luka, dan kenangan yang hanya bisa dikenang dengan senyum miris.
Puisi Cinta Tanpa Aba-Aba ini menceritakan tentang kejutan pertemuan yang tak terduga, tapi perlahan membawa perasaan berbeda dalam hati.Namun, pergi begitu saja.
Puisi Cinta Tanpa Aba-Aba
Hadirmu tak pernah ku harapkan
Hadirmu tak ku perkirakan
Tiba-tiba saja kau datang menyapa
Mempekenalkan diri dengan sopan
Awalnya ku anggap biasa
Awalnya tak menarik perhatian
Tapi anehnya, semuanya berubah
Semuanya seakan berbeda
Hadirmu memberi warna baru
Sesuatu yang belum pernah ku rasakan
Kau berhasil membawaku keluar dari zona ternyamanku
Dan membuatku terbiasa akan hadirmu
Namun, tiba-tiba semuanya sirna
Semua berubah tanpa aba-aba
Kau kembali membuatku kecewa
Ternyata semua itu hanya rasa penasaranmu
Kini kau pergi dengan cinta barumu
Dengan seseorang yang baru kau temui
Tersisa hanya janji dan kenangan
Dan diriku tertawa miris mengenang semuanya
Makna dari Puisi Cinta Tanpa Aba-Aba
1.
Kehadiran yang Tidak Terduga
Tokoh
“aku” puitis menggambarkan seseorang yang datang secara tiba-tiba, tanpa
diperkirakan, tanpa harapan sebelumnya. Kehadiran itu awalnya dianggap biasa,
namun perlahan justru menjadi sesuatu yang bermakna.
2. Perubahan
Perasaan
Kehadiran
tersebut membawa warna baru dalam hidup, membuat segalanya terasa berbeda. Dari
yang awalnya tidak menarik perhatian, perlahan tumbuh perasaan yang lebih
dalam, seakan hidup menjadi lebih berwarna karena dirinya.
3.
Kekecewaan dan Kepergian
Namun,
kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Sosok yang datang tanpa aba-aba
ternyata pergi dengan cara yang sama. Semua yang indah berubah menjadi
kekecewaan, sebab kehadirannya hanyalah rasa penasaran sesaat.
4.
Kenangan yang Tertinggal
Yang tersisa hanyalah janji, kenangan, dan luka. Meski ada tawa miris saat mengenangnya, puisi ini mencerminkan realita bahwa tidak semua yang datang akan menetap, dan tidak semua kebahagiaan bertahan selamanya.
Secara keseluruhan, puisi ini melukiskan tentang cinta
yang datang tiba-tiba, memberi kebahagiaan sesaat, namun akhirnya pergi
meninggalkan luka dan kenangan pahit



Komentar
Posting Komentar